This is an example of a HTML caption with a link.

Selasa, 28 Mei 2013

Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaannya pada 17 Agustus 2011 dengan usia yang ke 66 tahun, terlihat dalam media jejaring sosial - facebook dan twiter hampir sebagian besar pengguna facebook yang didominasi oleh anak muda menulis di wall (dinding) tentang kemerdekaan, bahkan kata pekikan kemerdekaan Merdeka…merdeka…. Menjadi bahasa yang diidentikan dengan hari kemerdekaan, kata yang melukiskan sikap heroisme para pejuang kemerdekaan. 

Di ruang chat salah satu fitur fasilitaas yang disediakan oleh media jaringan sosial facebook, untuk menyapa teman, sahabat atau lawan obrolan selalu menyapa sesamanya pada hari kemerdekaan itu dengan ucapan kata Merdeka…..sekali merdeka tetap merdeka…..namun para kaum muda yang kritis dan miris dengan keadaan sosial masyarakat saat ini dengan nada miring, mengungkapkan pertanyaan, siapa bilang Indonesia sudah merdeka ? apanya yang merdeka ? pertanyaan ini tidak dapat disalahkan atau disanggah karena realitasnya masih banyak rakyat Indonesia hidup jauh dari komitment dan tujuan Indonesia merdeka. 

Dalam pembukaan UUD 1945 menuliskan dalam alinea pertama, “bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan” dan kemudian pada alinea keempat menuliskan, “….membentuk suatu Pemerintahan Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dn ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial,…..” 

Pertanyaan-pertanyaan yang diungkapkan oleh masyarakat pada umumnya tidak menjadi kerisauan rakyat semata-mata tapi hampir menjadi rintihan masyarakat Indonesia yang hidup dalam lilitan kemiskinan dan harus menjalani kehidupan dengan makan nasi aking, makan nasi yang di campur tiwul, air tajin diminum pengganti susu, anak-anak penderita penyakit busung lapar yang disebabkan karena kekurangan zat makanan yang disebut protein atau putih telur, sehingga darah kekurangan protein, akibatnya terjadilah osmosa koloid. 

Kondisi real yang menimpa tanah air membuat Ibu Pertiwi menangis sehingga para pejuang kemerdekaanpun angkat bicara sebagaimana yang dilakukan oleh Ketua Umum PPAD Letnan Jenderal (Pur) Soerjadi mengkritik keras pemerintahan SBY. Pemerintah dinilai tidak peka bahkan telah menyimpang dari nilai-nilai yang dikandung dalam UUD 1945 Pernyataan itu diungkapkan saat pelantikan Ketua PPAD Mayor Jenderal (Pur) Priyanto (http://www.poskota.co.id). Pendapat purnawirawan ini tak dapat disalahkan karena sesuai dengan relitas yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. 

Karena kondisi sosial yang menimpa masyarakat akibat dari perilaku pemerintah yang tidak menjalankan pemerintahan yang sesuai dengan apa yang diamanatkan oleh UUD 1945 sehingga mengakibatkan persoalan –persoalan kehidupan masyarakat yang tidak sejahtera, sulit untuk mewujudukan ketertiban bagi pemeluk agama yang ingin menjalankan ibadahnya, memberi ruang bagi berkembangnya penjajah baru yakni para koruptor yang menjarah uang rakyat untuk kepentingan pribadi, keluarga kelompok, dan partai politik tertentu.

Kondisi ini menghadirkan pertanyaan lanjutan untuk menganalisa persoalan adalah dimana peran pemuda untuk mengobarkan kembali semangat kemerdekaan yang di perjuangkan oleh para pejuang dalam kemajuan konteks kemajuan teknologi saat ini berlandaskan UUD 1945 ? 

Pemikir Antony Gidens mengungkapkan bahwa “tindakan manusia tidak merangkai rantai kumpulan interaksi dan nalar, namun monitoring perilaku dan konteksnya secara konsisten, ini adalah sarana untuk menangani ruang dan waktu yang memasukan segala aktifitas atau pengalaman tertentu di dalam keberlanjutan masa lalu, masa kini, dan masa depan, yang pada gilirannya distrukturkan oleh praktik-praktik-praktik sosial yang tengah berlangsung. Tradisi tidak sepenuhnya statis, karena ia harus ditemukan ulang oleh setiap generasi baru ketika ia mengambil alih warisan budaya dari pendahulunya” (Anthnoy Gidens – 2009 – Kreasi Wacana). 

Pemuda dan Dunia Maya 

Dunia firtual adalah sebuah peradaban teknologi di mana manusia digiring dalam ruang ini yakni ruang teknologi diaman jika masa lampau manusia hanya dapat berkomunikasi lewat oral, kemudian mengalami peningkatan pada komunikasi tulisan yakni surat namun kini kecanggihan menghantar manusia pada suatu era baru yang hampir saja tidak di batasi oleh ruang dan waktu. 

Ruang interaksi dan nalar di kondisikan dalam dunia jejaring sosial yakni facebook dan twiter bahkan dalam teknologi “anroid” dan juga teknologi RIM yang dimilki blackberry sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas Blackberry Masangger (BBM). Kemajuan teknologi ini membuat komunikasi semakin cepat dalam sedetik masyarakat dapat dengan mudah membangun pertemanan dan mencari teman lama dengan mudah, konsolidasi dan komunikasi dapat di bangun dalam media sosial sangat efektif dan efisien. 

Pengalaman konsolidasi nasional yang dilakukan untuk menggalang koin dukungan bagi Prita Mulyasari yang didakwa melakukan pencemaran nama baik akhirnya mampu mempengaruhi putusan pengadilan negeri, Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto, keduanya ditetapkan sebagai tersangka dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyuapan dalam kasus PT Masaro Radiokom. Jaksa Agung namun kuatnya dukungan public lewat dunia maya (jejaring sosial) mampu mempengaruhi kebijakan. 

Dalam perjuangannya group-group dukungan untuk persoalan lain pun cukup digalang melalui media jejaring sosial seperti ini ataukah ada model pendekatan lanjutan yang dapat dilakukan pemuda sebagai bentuk perjuangan nasionalisme. Tentunya kekuatan media teknologi jejaring sosial saat ini memiliki kecepatan yang cukup untuk menyampaikan informasi dan mendapatkan respon dapat diukur karena ada bentuk nyata dukungan, yakni bergabungnya individu –individu dalam group tersebut melalui komentar dan tanda djempol suka atas group tersebut. 

Nasionalisme Sejati 

Sehari pengelola akun jejaring sosial dan penguna blackberry akan meluangkan waktu yang cukup atau bahkan sebagian waktunya di habiskan di depan layar computer atau ke layar hand phone untuk memberikan tanggapan, membangun pertemanan dan mengikuti info terkini. Pemuda akan berdebat dan beradu argument tentang informasi yang di akses kemudian dipublikasikan ke ruang jejaring sosial ini. Perdebatan adu nalar dan pengetahuan dari pemuda atau masyarakat akan di hipnotis untuk berada di depan layar sepanjang waktu untuk memberi tanggapan kontra atau pro-kontra. 

Kasus Bank Century, Kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan, Kasus Wisma Atlet yang melibatkan Bendahara Partai Demokrat M.Nazarudin yang menyedot uang rakyat triliunan rupiah, dalam kasus-kasus ini di media jejaring sosial masyarakat mengungkapkan kekesalan, analisa persolan, bahkan ragu akan proses hukum semuanya dituangkan dalam tulisan didinding jejaring sosial, pesan singkat bbm, namun kasus-kasus ini sepertinya berakhir dengan transaksi politik. 

Kasus – kasus yang merugikan negara dan dilakukan oleh aparat pemerintah memang jauh dari harapan dan tujuan bernegara yang diamanatkan dalam UUD 1945, apresiasi masyarakat dengan berpendapat dan berkomentar dalam era demokrasi sudah cukup baik namun sepertinya hanyalah cuap-cuap di media jejaring sosial tanpa langkah konkrit agar pengawalan terhadap persoalan-persoalan bangsa dapat diselesaikan dengan tuntas. 

Kenyataan pemuda hari ini sebagai tulang punggung bangsa barulah sekedar perjuangan wacana dan membangu opini semata tanpa perebutan dan penyelesaian persoalan, menapaki apa yang diungkapakan oleh Gidens bahwa masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang harus mampu distrukturkan dalam praktik-praktik sosial yang sedang dikerjakan. Kenyataan yang ada tidak dilakukan oleh pemuda Indonesia dalam membangun nasionalisme hanya berkoar – koar dalam media jejaring sosial tetapi tidak bangkit melakukan perjuangan fisik sebagaiman kemerdekaan di raih melalui perang fisik. Pemuda tidak lagi melakukan refleksi nasionalisme atas para pejuang kemerdekaan yang merebut kemerdekaan dari para penjajah sudah memiliki keberanian nyata di media jejaring sosial tetapi tidak mampu menjadi karakter mereka. 

Seharusnya wacana dan opini yang berkembang dalam dunia jejaring sosial akan mampu direproduksi menjadi aktivitas manusia yang lebih radikal (namun sesuai koridor hukum) yakni gerakan jalanan (extra parlementer) yang dilakukan dengan arak-arakan masa turun ke jalan untuk melakukan penekanan kepada pemerintah sebagai pressure agar pemerintah menjalankan pemerintahan dengan baik. 

Nasionalisme sejati yang dilakukan dalam sejarah adalah yang dilakukan Mother Theresa dengan gerakana jalanan yakni datang dan hidup bersama dengan orang miskin di India tidak hanya sekedar berwacana, berkhotbah dan berorasi dari mimbar/podium. Tetapi bukti keterlibatan secara fisik di tengah- tengah masyarakat hal ini yang dilakukan Muhamad Yunus seorang bankir dari Bangladesh yang mengembangkan konsep kredit mikro, yaitu pengembangan pinjaman skala kecil untuk usahawan miskin yang tidak mampu meminjam dari bank umum. Yunus mengimplementasikan gagasan ini dengan mendirikan Grameen Bank. Dan gerakan extra parlementer yang harus dilakukan pemuda Indonesia sebagai wujud nasionalisme sejati sebagaimana yang dilakukan oleh Anna Hazare aktivis anti korupsi yang mampu menggerakan ribuan orang turun ke jalan duduk melakukan aksi mogok makan sebagai aksi memrangi tindak korupsi di India. 


Contoh ketiga tokoh diatas sebenarnya memberikan inspirasi bagi pemuda untuk menunjukan nasionalisme sejatinya yakni membebaskan negara dari jajahan kemiskinan dan korupsi yang melilit, kemudahan yang dihadirkan teknologi sebenarnya sebuah keuntungan untuk melakukan konsolidasi kekuatan serta penyampain opini bahkan propaganda namun waktu dan energy yang dimiliki tidak tersita untuk berwacana di media jejaring sosial tetapi perlu direalisasikan seperti yang telah dilakukan oleh ketiga tokoh Mother Theresa, Muhamad Yunus dan Anna Hazare.



Pengajaran ilmu komputer selaras dengan perkembangan zaman

Dalam sebuah artikel terbaru yang dipublikasikan di sini, Marty Humphrey, Seorang profesor di Departemen Ilmu Komputer di University of Virginia, mengatakan tugas pendidik adalah untuk memastikan bahwa siswa mampu penulis baru berbasis cloud aplikasi.
"Di satu sisi tidak memerlukan pemikiran ulang yang radikal mengajar ilmu komputer, karena pada intinya, aplikasi algoritma berbasis cloud dan struktur data, yang telah menjadi dasar dari program ilmu komputer dari awal," katanya email.
"Tapi di sisi lain, aplikasi awan sangat penting bahwa kita perlu memastikan bahwa siswa ilmu komputer yang up-to-date dengan kerangka kerja terbaru dan alat analisis data," kata Humphrey. "Ini bisa menjadi suatu tantangan karena daerah berubah begitu cepat."



Para Tenaga Kerja Kelompok Komite Kebijakan TI Kesehatan ONC Membuat Rekomendasi Its

BY WILLIAM HERSH, MD

Untuk sembilan bulan terakhir, saya memiliki kesempatan untuk menjadi bagian dari workgroup dari Kesehatan TI Komite Kebijakan ONC berfokus pada IT masalah tenaga kerja kesehatan. Minggu ini, Larry Wolf, co-chair kelompok kerja membuat presentasi rekomendasi kelompok untuk pertemuan Komite Kebijakan TI Kesehatan penuh.

Rekomendasi dari workgroup dapat diringkas sebagai berikut:
ONC harus merangkum dan mempublikasikan hasil beberapa program pengembangan tenaga kerja yang telah didanai.
ONC harus meringkas dan menyebarkan kompetensi inti bagi anggota tenaga kerja yang telah diidentifikasi.
ONC harus mempublikasikan sumber daya dan praktik terbaik yang mereka dan organisasi lainnya telah tersedia.
Ada kebutuhan yang muncul keterampilan lunak dan keras yang terkait dengan perawatan berbasis tim, kesehatan populasi dan keterlibatan pasien. ONC harus merekomendasikan pengembangan program baru dan dana untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
ONC harus belajar dari apa yang terjadi dengan tenaga kerja saat ini. Ini harus melakukan ini dengan merekomendasikan pendanaan studi tentang dampak kesehatan TI pada tenaga kerja, seperti omset, pendaftaran di bidang pekerjaan kesehatan (sekolah), dan pekerjaan baru, seperti informaticists perawat.
Saat Klasifikasi Pekerjaan Standar (SOC) tidak membahas kesehatan TI. ONC harus tuan proses masukan SOC dari masyarakat TI kesehatan.
Sementara saya setuju dengan semua rekomendasi yang dibuat kelompok kami, saya akan menambahkan dua rekomendasi tambahan, yang benar-benar membangun pada rekomendasi keempat dan kelima dalam daftar. Yang pertama berasal ini di bagian dari presentasi slide, yang dapat dibaca oleh beberapa orang untuk menyiratkan bahwa informatika dan IT pekerjaan dalam perawatan kesehatan adalah "teknisi" pekerjaan. Sementara organisasi kesehatan tentu membutuhkan teknisi IT kesehatan terlatih, ini mengabaikan peran yang lebih besar yang informatika akan bermain sebagai kesehatan canggih TI diadopsi dan digunakan sebagai bagian integral dari upaya seperti pengukuran kualitas dan perbaikan, perawatan akuntabel dan terkoordinasi, dan kemajuan biomedis seperti obat-obatan pribadi. Kesehatan TI bukan hanya fungsi pendukung, tetapi komponen penting dari armamentarium kami untuk mencapai tujuan triple peningkatan kesehatan, perawatan yang lebih baik, dan biaya yang lebih rendah.

Rekomendasi kedua saya tambahan dibangun pada rekomendasi untuk belajar tentang tenaga kerja saat ini. Mengingat peran yang lebih besar untuk kesehatan TI dijelaskan dalam paragraf sebelumnya, kita perlu pemahaman yang jauh lebih komprehensif dari sekedar berdampak pada tenaga kerja saat ini dan pekerjaan baru. Kita perlu lebih memahami tidak hanya praktek tenaga kerja saat ini, tetapi juga bagaimana mengembangkan dan mendidik tenaga kerja terbaik yang akan maju ke era baru perawatan akuntabel dan terkoordinasi dan kemajuan baru seperti obat pribadi.

Saya berharap untuk upaya lanjutan dari workgroup dan program akademik kami di Oregon Health & Science University tentu menggabungkan ini pandangan ke depan karena kami merevisi dan menambah kurikulum program kami.



STATISTIK HARUS MENJADI KOMPETENSI INTI DARI SETIAP WARGA NEGARA DI DUNIA MODERN

Seorang pendidik medis baru-baru ini berpendapat dalam blognya bahwa persyaratan penerimaan sekolah kedokteran harus meminimalkan persyaratan dalam matematika dan sains topik, terutama di daerah-daerah seperti kalkulus dan fisika. Tidak ada pertanyaan bahwa obat-obatan, dan bahkan informatika dalam hal ini, memerlukan pengetahuan dan kompetensi di banyak kawasan di luar matematika dan ilmu pengetahuan.

Namun, masalah dengan matematika kita ajarkan profesional potensi kesehatan dan informatika, memang untuk setiap orang dalam masyarakat, adalah bahwa kita mengajarkan matematika yang salah. Setiap orang yang mengambil tiga semester kalkulus di perguruan tinggi mengatakan bahwa hampir tidak pernah menggunakan salah satu dari itu. Di sisi lain, hampir tidak berpendidikan dalam statistik, jenis matematika yang gunakan tidak hanya dalam pekerjaan, tetapi juga dalam fungsi sebagai warga negara informasi. Memang, sebagian besar profesional kesehatan, baik dokter maupun peneliti, menggunakan statistik harian. Demikian juga, sebagai warga negara bijaksana dalam masyarakat, kita juga menemukan statistik setiap hari di berita dan aspek lain dari kehidupan kita.

Untuk alasan ini, saya percaya bahwa statistik harus menjadi kompetensi inti dari setiap warga negara di dunia modern.

Bahkan tidak matematika dalam statistik yang paling penting, melainkan konsep dan pemikiran mereka menimbulkan. Setiap warga negara di dunia harus memahami konsep dasar statistik inferensial dan dapat menjawab pertanyaan seperti:
Apa signifikansi statistik mean? Bagaimana itu berbeda dari klinis (tidak harus dalam konteks medis) signifikansi?
Apa perbedaan antara risiko absolut dan relatif? Apa arti dari perbedaan risiko relatif besar dalam pengaturan risiko absolut kecil?
Dalam topik yang berhubungan dengan kesehatan, bagaimana kita melihat dan membandingkan berbagai jenis risiko kesehatan?
Juga di bidang kesehatan, apa yang sensitivitas dan spesifisitas tes diagnostik berarti, dan bagaimana dampak prevalensi risiko penyakit dalam menghadapi tes diagnostik positif atau negatif?
Salah satu pembela yang vokal dari pandangan ini adalah John Allen Paulos, yang buku-bukunya Innumeracy dan matematika A Membaca koran menginformasikan kami mengapa berhitung dasar dan kompetensi statistik sangat penting. Ini jenis tulisan menarik, dan pendidikan dasar tentang statistik, harus menjadi bagian dari setiap pendidikan sekolah tinggi, belum lagi dalam pendidikan dokter dan informaticians.



YOUNG INDONESIAN NATIONALISM WAS LIMITED TO CYBERSPACE FACEBOOK

Indonesia recently celebrated its independence day on August 17, 2011 at the age of 66 years, visible in social media - facebook and twiter most of the facebook users that are dominated by young people write on the wall (wall) of independence, even the cries of Merdeka independence independent ... .... Become synonymous with the language independence, depicting the heroism of the freedom fighters attitude.

In one chat room fasilitaas features provided by the facebook social networking media, to greet friends, friend or foe chatter always greet each other on the independence day with a greeting word ..... completely independent Merdeka remain free ..... but the young people are critical and the sad state of today's society with a social slant tone, revealing the question, who says Indonesia is independent? what's so free? This question can not be blamed or denied because the reality is there are still many Indonesian people living far away from the commitments and goals of independent Indonesia.

In the preamble of the 1945 Constitution says in the first paragraph, "that real freedom is the right of every nation and therefore, the occupation in the world should be abolished, because it does not conform to fairies fairy humanity and justice" in the fourth paragraph and then write, "... . establish an Indonesian State Government which shall protect the Indonesian people and the entire country of Indonesia and to promote the general welfare, the intellectual life of the nation, dn participate in the establishment of world order based on freedom, lasting peace, and social justice, ..... "

The questions are expressed by the general public not to worry people but merely a groan almost Indonesian people who live in poverty and the coil should live by eating parched rice, eating rice mixed Tiwul, starch water drink milk substitute, child young people with diseases caused by malnutrition due to lack of food substance called protein or egg white, so blood protein deficiency, a result there was a colloid osmosis.

Real conditions that befell the country that make Mother Earth cry kemerdekaanpun fighters spoke, as was done by PPAD Chairman Lieutenant General (Ret) Soerjadi strongly criticized the government of SBY. Government has even considered not susceptible to deviate from the values ​​contained in the 1945 statement was disclosed during the inauguration of PPAD Chairman Major General (Ret) Priyanto (http://www.poskota.co.id). Retired opinion this can not be blamed because it fits with reality that happens in people's lives.

Due to the social conditions that afflict society because of government behavior that does not run the government in accordance with what is mandated by the 1945 Constitution, resulting in the problems of a society that is not prosperous, it is difficult to mewujudukan order for believers who want to run their worship, giving room for development new colonists that the criminals who loot public money for personal, family groups, and political parties.

This condition brings up questions to analyze the issue is where the role of the youth to rekindle the spirit of independence fought by the fighters in the context of the progress of the current technological advances based on the 1945 Constitution?

Antony thinkers Gidens revealed that "human action and interaction to assemble a collection of chains of reason, but the monitoring of behavior and consistent context, this is a means to deal with space and time to enter any particular activity or experience in the sustainability of the past, present, and future front, which in turn structured by practices-ongoing social practices. Tradition is not completely static, since he had rediscovered by each new generation when he took over the cultural heritage of its predecessors "(Anthnoy Gidens - 2009 - Creative Discourse).

Youth and Virtual Worlds

Firtual is a world where human civilization driven technology in this space if the space technology diaman human past can only communicate through oral, then an increase in the securities written communications sophistication but now leads man to a new era in which almost no limit by space and time.

Space and reasoning in conditioning your interactions in the social networking world facebook and twiter even in technology "Anroid" and that RIM technology also owned a blackberry so that people can do activities Masangger Blackberry (BBM). Advances in technology has made communication in a second sooner people can easily make friends and find old friends with ease, consolidation and communication can be in the wake of social media is very effective and efficient.

Experience of national consolidation is done to garner support for Prita Mulyasari coins were charged with defamation finally able to influence the decision of the district court, Movement 1.000.000 Facebookers Support Chandra Hamzah & Seed Samad Riyanto, both named as a suspect alleged abuse of power and bribery in the case of PT Masaro Radiokom. Attorney General but strong public support through the virtual world (social networking) is able to influence policy.

In his struggle to support group-group is quite another matter raised through social networking media like this or is there a model of advanced approaches to do youth nationalism as a form of struggle. Surely the power of social media networking technology currently has enough speed to convey information and get the response can be measured because there is a real form of support, namely the merger of the individuals in the group through comments and likes djempol mark on the group.

True Nationalism

Day management of social networking and user accounts blackberry will spend enough time or even part time in spent in front of computer screen or mobile phone screen to provide feedback, build friendships and follow the latest info. Youth will debate the arguments for and against in access to information and then published to the social networking space. Penalty debate reason and knowledge of youth or the community will be in hypnosis to be in front of the screen all the time to give us your feedback or pros-cons cons.

Bank Century case, Gayus Tambunan tax mafia case, Case Pensions Athletes involving M.Nazarudin Treasurer of the Democratic Party who suck trillions of dollars of public money, in these cases in the media of social networking communities express resentment, persolan analysis, even doubts about the legal process all stated in writing on the walls of social networking, instant messaging bbm, but these cases seem to end up with a political deal.

Cases - cases that cost the state and carried out by government officials is far from the expectations and objectives state that mandated in the 1945 Constitution, the appreciation of the public with the opinion and comment in the democratic era has been pretty good but it seems like just burble-burble in social media without concrete steps in order safeguard the nation's problems can be resolved completely.

The fact today's youth as a backbone of the nation then struggle discourse and opinion membangu alone without struggle and conflict resolution, treading what is disclosed by Gidens that the past, the present and the future must be able to be structured in social practices that are being worked on . The fact that there is not conducted by Indonesian youth in building nationalism only boasting - boasting in social media but do not rise up in the struggle for independence as represented physically achieved through physical warfare. Youth no longer reflect the nationalist freedom fighters who won independence from the colonialists already had real courage in social networking media, but not able to become their character.

Should discourse and the growing opinion in the world of social networking will be able to be reproduced human activity more radical (but according to the corridors of law) that the street movement (extra parliamentary) conducted by a procession past the streets to put pressure on the government as pressure in order government to govern well.

Nationalism made true in history was that of Mother Theresa with street gerakana that come and live with the poor in India are not just a discourse, preached and gave speeches from the pulpit / lectern. But the physical evidence of the involvement of society in this case conducted a banker Muhammad Yunus of Bangladesh who developed the concept of microcredit, the development of small-scale loans to poor entrepreneurs who are unable to borrow from commercial banks. Implements this idea by Yunus founded Grameen Bank. Parliamentary and extra movement to do youth of Indonesia as a true form of nationalism, as was done by the anti-corruption activist Anna Hazare who is able to mobilize thousands of people took to the streets sitting on a hunger strike as an act of corruption in India memrangi.

The third example above figures actually provide inspiration for the youth to show his true nationalism which freed the country from colonial poverty and corruption that wrapped around, the ease with which the technology presented is actually an advantage to consolidate power and opinion penyampain even propaganda, but the time and energy that is not consumed for discourse held in social media but need to be realized as was done by the three characters Mother Theresa, Muhammad Yunus and Anna Hazare.




Hidup Bagaikan Mengupas Bawang


Hidup bagaikan mengupas bawang, disaat kita berusaha mengupas kulitnya untuk mendapatkan bagian yang terbaik, terkadang kita harus mengeluarkan air mata



Senin, 27 Mei 2013

Definisi dan sistem Komputer

DEFINISI KOMPUTER

Istilah komputer mempunyai arti yang luas dan berbeda bagi setiap orang. Istilah komputer (computer) diambil dari bahasa Latin computare yang berarti menghitung (to compute atau to reckon).
Menurut Blissmer (1985), komputer adalah suatu alat elektronik yang mampu melakukan beberapa tugas, yaitu menerima input, memproses input sesuai dengan instruksi yang diberikan, menyimpan perintah-perintah dan hasil pengolahannya, serta menyediakan output dalam bentuk informasi. Sedangkan menurut


Sanders (1985), komputer adalah sistem elektronik untuk memanipulasi data yang cepat dan tepat serta dirancang dan diorganisasikan supaya secara otomatis menerima dan menyimpan data input, memprosesnya, dan menghasilkan output berdasarkan instruksi-instruksi yang telah tersimpan di dalam memori. Dan masih banyak lagi ahli yang mencoba mendefinisikan secara berbeda tentang komputer. Namun, pada intinya dapat disimpulkan bahwa komputer adalah suatu peralatan elektronik yang dapat menerima input, mengolah input, memberikan informasi, menggunakan suatu program yang tersimpan di memori komputer, dapat menyimpan program dan hasil pengolahan, serta bekerja secara otomatis. Dari definisi tersebut terdapat tiga istilah penting, yaitu input (data), pengolahan data, dan informasi (output). Pengolahan data dengan menggunakan komputer dikenal dengan nama pengolahan data elektronik (PDE) atau elecronic data processing (EDP). Data adalah kumpulan kejadian yang diangkat dari suatu kenyataan (fakta), dapat berupa angka-angka, huruf, simbol-simbol khusus, atau gabungan dari ketiganya. Data masih belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut.

Pengolahan data merupakan suatu proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berati, yaitu berupa suatu informasi. Dengan demikian, informasi adalah hasil dari suatu kegiatan pengolahan data yang memberikan bentuk yang lebih bermakna dari suatu fakta. Oleh karena itu, pengolahan data elektronik adalah proses manipulasi dari data ke dalam bentuk yang lebih bermakna berupa suatu informasi dengan menggunakan suatu alat elektronik, yaitu komputer.

SISTEM KOMPUTER

Supaya komputer dapat digunakan untuk mengolah data, maka harus berbentuk suatu sistem yang disebut dengan sistem komputer. Secara umum, sistem terdiri dari elemen-elemen yang saling berhubungan membentuk satu kesatuan untuk melaksanakan suatu tujuan pokok dari sistem tersebut.
Tujuan pokok dari sistem komputer adalah mengolah data untuk menghasilkan informasi sehingga perlu didukung oleh elemen-elemen yang terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software), dan brainware. Perangkat keras adalah peralatan komputer itu sendiri, perangkat lunak adalah program yang berisi perintah-perintah untuk melakukan proses tertentu, dan brainware adalah manusia yang terlibat di dalam mengoperasikan serta mengatur sistem komputer.
Ketiga elemen sistem komputer tersebut harus saling berhubungan dan membentuk satu kesatuan. Perangkat keras tanpa perangkat lunak tidak akan berarti apa-apa, hanya berupa benda mati. Kedua perangkat keras dan lunak juga tidak dapat berfungsi jika tidak ada manusia yang mengoperasikannya.